Oleh: telukbone | November 16, 2009

Home

Lembaga Seni Budaya Teluk Bone adalah wadah pembinaan Seni, Budaya, dan sumber informasi yang didirikan pada tanggal 13 Agustus 2000. Berbadan hukum pada tahun 2006 dengan Akta Notaris No.3 tanggal 19 Mei 2006. Dengan tujuan memberikan sumbangan kepada pembangunan menuju tercapainya masyarakat Indonesia yang adil makmur melalui pelestarian, pengembangan, dan pengkajian nilai-nilai sosial seni budaya yang luhur yang dijiwai Pancasila.
Mengembangkan dan mengamalkan nilai-nilai seni budaya yang luhur berarti menjalankan usaha dengan memelihara nilai-nilai luhur seiring perkembangan teknologi sebagai bagian yang tak terpisahkan. Dengan secara adil memperhatikan semua pihak yang berkepentingan antara lain pemilik modal, karyawan, konsumen , pemerintah, dan masyarakat luas.
Dalam menjalankan usahanya, Lembaga Seni Budaya Teluk Bone telah mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari berbagai kalangan khususnya masyarakat Kabupaten Bone maupun Sulawesi Selatan pada umumnya bahkan di tingkat nasional.
Dalam mencapai Visi-Misinya Lembaga Seni Budaya Teluk Bone, menawarkan kerjasama dari berbagai pihak dalam pengembangan dan keberlanjutan seni, budaya, dan sejarah (termasuk entertainment)
Mengenai keberadaan website Teluk Bone yang baru online pada tanggal 13 November 2007 merupakan bagian dari harapan kami yang tertuang dalam visi-misi organisasi; Semoga website ini dapat bermamfaat bagi kita semua khususnya saudara-saudaraku yang berdomisili di luar Kabupaten Bone untuk mengenal lebih jauh negeri sendiri.


VISI : Menjadi Lembaga Seni Budaya Berkualitas dalam bidang pendidikan Seni & Budaya yang Handal dan kompetitif
MISI : Menjadi sarana pengembangan kepribadian, kreativitas, dan informatif dengan memberikan pendidikan seni tradisional dan modern untuk mencetak manusia berkualitas

TIM :
Direktur Eksekutif
Mursalim, S.Pd., M.Si.

Sekretaris
Agustina, S.Pd.

Bendahara
A. Nurhazanah, S.Pd.

Bidang Organisasi
Abd. Rahman, S.Pd.

Bidang Perlengkapan
Zainal

Bidang Perencanaan & Pengembangan
Drs. Abd. Samad

Bidang Diklat
Mika Soleman, S.Pd.
Drs. Abd. Samad
Abd. Rahman, S.Pd.

Bidang Humas
Drs. Asmat Riady

Bidang Pemasaran
Rahmatullah

Koordinator Diklat :
Olah Vokal
• Mika Soleman, S.Pd. Merry S.
Seni Tari
• Hikmah, Aswin, Ika P. Sari
Seni Musik
• Fajar, S.Pd. Aswin, Chery
Seni Lukis
• Muh. Nasir H., S.Pd.
Teater
• Ir. Barham bahtiar, Drs. Asmat Riady, & Icha

PENGALAMAN ORGANISASI
• Melaksanakan Peresmian dan pengukuhan Pengurus Lembaga Seni Budaya Teluk Bone tanggal 13 Agustus 2006
• Penyelenggara Kegiatan Festival Kecapi tingkat SMP, SMA, Perguruan Tinggi, dan Umum se-kabupaten Bone tahun 2006
• Penyelenggara Padangkang Ojek Tahun 2006
• Menampilkan Opera To Malaweng di Gedung Kesenian Makassar societeit de harmoni Makassar penghujung 2006
• Menampilkan Opera To Malaweng di TVRI Makassar 2007
• Mengadakan Teluk Bone in Konser di Lapangan Merdeka Watampone tahun 2007
• Memberikan Pelatihan Musik, tari, dan olah vocal tingkat SD, SMP, SMA, dan PT di kabupaten Bone tahun 2007
• Memberikan Pelatihan Paduan Suara pada instansi-instansi di kabupaten Bone
• Memberikan Pelatihan Musik dan tari di STKIP Muhammadiyah Bone
• Memberikan Pelatihan Musik dan tari bagi sanggar di kabupaten Bone
PRESTASI ORGANISASI
• Menampilkan Opera To Malaweng di TVRI Makasar 2007
• Menciptakan Lagu Soundtrack Opera To Malaweng 2007
• Tampil di Society de Harmoni Makassar 2007
• Juara I Putra Lomba Monolog tingkat provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2007
• Juara Favorit Putri Lomba Monolog tingkat provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2007
• Juara II Gita Bahana Nusantara Membaca not dan lagu tingkat provinsi Sulawesi Selatan tahun 2007
• Mewakili provinsi Sulawesi Selatan Program Gita Bahana Nusantara Tingkat nasional di Jakarta tahun 2007 dan 2008
• Mewakili Provinsi Sulawesi Selatan Pertukaran Pemuda Tingkat Nasional di Jogyakarta
• Berbagai Piagam Peghargaan di Kabupaten Bone

NAMA RESMI ORGANISASI
***LEMBAGA SENI BUDAYA TELUK BONE SULAWESI SELATAN***
ALAMAT ORGANISASI
• BTN Timurama 2 Blok 10 Nomor 8 Jalan Sungai Musi, Watampone Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan Indonesia
• Tlp. 0481-25893
• Fax. 0481-25893
• Mobile : 081 342 081 372
• Website : telukbone.org
• E-mail : gitabone@yahoo.co.id
• AKTA ORGANISASI : Nomor 03 Tanggal 19 Mei 2006
Nidya Harun Irham, S.H., M.Kn.

Oleh: telukbone | November 18, 2008

DOKO-DOKONA PASSOMPE’E

Karya : DR B.F.Matthes, Boeginische Chrestomathic, I.P.L-27 dalam Rahim (1985:207-227).
Disadur Oleh : Ir.H.Abdu Samad H.A.Umar, M.Si.
Ceritera ini merupakan ceritera rakyat (Legenda) yang mempunyai banyak peristiwa yang luar biasa. Substansinya ada pada Nilai-nilai Utama Kebudayaan Bugis, dan sangat berguna pada saat ini dimana budaya sipakatau atau sipakalebbi sudah mengalami pergeseran dalam alam demokrasi lokal. Baik itu masyarakat lokal maupun bagi pasompe (Pengembaraan Orang Bugis) yang senantiasa rindu kampung halamannya, maupun pernah mendengar ceritera masa lampau oleh orang tua kita dahulu hingga dibawa ke perantauan. Hal ini merupakan ceritera tersendiri di kalangan pasompe, membuat rindu kampung halaman, sanak saudara dan Wari’ (asal usul), memperpanjang usia (lamperi sunge) karena mengembang biakkan manusia (Pabbija Tau) dan Merindangkan Pepohonan (Palorong Welareng) di tanah seberang di mulai dari Cina, Malaysia, Singapura, Kamboja, Philipina, dan Australia (Hamid;2004). Bahkan sampai ke Johor, Selangor, Trenggano, dan Pahang. Begitu pula La Maddukelleng dalam pengembaraannya menaklukkan Kesultanan Pasir tahun 1726, kemudian merebut Kutai, Pangatan, Banjarmasin dan daerah sekitarnya. Disebutkan bahwa La Maddukelleng kawin dengan anak Sultan Pasir yang bernama Andeng Ajeng. Setelah Sultan Sepuh Alamsyah (Sultan Pasir 14, Ayahanda Andeng Ajeng) wafat, istri La Maddukelleng dicalonkan menjadi Ratu Pasir, Namun sebagian orang-orang pasir menolak pencalonan tersebut. Akibat dari penolakan itu, pasukan La Maddukelleng menyerang dan menaklukkan Pasir. Hasil penaklukan tersebut La Maddukelleng naik tahta menjadi Sultan Pasir ke 15, selain itu beliau juga bergelar Arung Peneki, Arung Singkang, Arung Matoa Wajo ke XXXI (Maulana;2003).
Baca Lanjutannya…

Oleh: telukbone | November 18, 2008

MEONG PALO KARELLAE

oleh : Ir. H. Abdu Samad H. A. Umar, M.Si
Adalah salah satu episode dari epos La Galigo, suatu karya sastra yang bersifat mitologis, tetapi pada hakekatnya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya adalah sesuatu positif dan universal.
Meong Palo Karellae (MPK) yang artinya kucing loreng ke merah-merahan ( Bone, Soppeng, Wajo, Sidenreng Rappang), di Luwu biasa disebut Meong Palo Bolonge (MPB) yang artinya kucing loreng kehitam-hitaman, secara prinsipil versinya tidak berbeda hanya menyangkut istilah dan cara pandang seseorang terhadap Meong Paloe, apabila kucing tersebut dilihat dari depan maka warna yang dominan adalah hitam keloreng-lorengan, sebaliknya apabila dipandang dari samping maka kucing itu kelihatan berwarna merah keloreng-lorengan. Sehingga sampai saat ini di kalangan masyarakat Bugis bahwa kucing yang mempunyai warna merah atau hitam keloreng-lorengan dianggap mempunyai aspek kedewataan, karena itu ia harus diperlakukan sebagai makhluk yang sakral dan keramat.
Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori